Brand fashion asal New York, Aimé Leon Dore kembali menjadi sorotan setelah merilis kemeja bermotif yang disebut mirip dengan batik Indonesia. Produk tersebut hadir dalam koleksi Spring/Summer 2026 dan langsung menarik perhatian publik, terutama dari Indonesia dan Asia Tenggara.
Kemeja tersebut diberi nama “Printed Abstract Shirt”, meskipun banyak pengamat dan warganet menilai motifnya sangat mirip dengan beberapa motif batik tradisional Indonesia. Perilisan ini pun memicu diskusi luas tentang budaya, inspirasi desain, hingga apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia.
Tentang Brand Aimé Leon Dore
Aimé Leon Dore merupakan brand fashion asal New York City yang didirikan oleh Teddy Santis pada tahun 2014. Brand ini dikenal dengan gaya streetwear premium yang menggabungkan unsur klasik, olahraga, dan desain modern.
Dalam beberapa tahun terakhir, Aimé Leon Dore semakin populer di industri fashion global dan sering berkolaborasi dengan berbagai brand ternama. Koleksi mereka biasanya memadukan elemen heritage dengan pendekatan desain modern, yang membuat setiap rilisan memiliki karakter unik dan berbeda.
Dalam koleksi Spring/Summer 2026, Aimé Leon Dore merilis kemeja oversized dengan motif yang disebut mirip batik tradisional Indonesia. Beberapa pengamat menyebut motif tersebut menyerupai motif Kawung, Parang, hingga Sidomukti yang merupakan motif batik klasik Indonesia.
Namun, kemeja tersebut tidak dibuat menggunakan teknik batik tradisional. Produk ini dibuat menggunakan teknik printing di atas bahan katun dan diproduksi di India.
Kemeja tersebut juga dijual dengan harga sekitar Rp3,9 juta, menjadikannya sebagai item fashion premium dari brand tersebut.
Tuai Reaksi Publik dan Perdebatan Budaya
Perilisan kemeja ini langsung menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet menilai bahwa motif tersebut sangat mirip dengan batik Indonesia, namun tidak disebutkan secara jelas sebagai batik dalam deskripsi produk.
Beberapa pengguna media sosial juga menilai bahwa penyebutan “Printed Abstract Shirt” dianggap mengabaikan nilai budaya batik yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Setelah mendapat banyak kritik, brand tersebut kemudian mengubah penamaan produk menjadi “Batik Inspired Print Shirt”, meskipun perdebatan tetap berlangsung di kalangan publik.
Batik Semakin Mendunia di Industri Fashion Global
Terlepas dari kontroversi, munculnya motif batik dalam koleksi brand internasional menunjukkan bahwa batik semakin dikenal di panggung fashion global. Banyak brand dunia mulai mengangkat unsur budaya lokal sebagai inspirasi desain modern.
Kehadiran motif batik dalam koleksi global juga menjadi peluang besar bagi industri fashion Indonesia untuk semakin dikenal secara internasional. Hal ini sekaligus memperkuat posisi batik sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.
Perilisan kemeja bermotif mirip batik oleh Aimé Leon Dore menjadi bukti bahwa batik semakin menarik perhatian dunia fashion global. Meskipun memicu perdebatan, hal ini juga menunjukkan bahwa batik memiliki daya tarik kuat dan tetap relevan dalam tren fashion modern.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga, mengenalkan, dan mengembangkan batik sebagai identitas budaya Indonesia. Upaya tersebut juga terus dilakukan di berbagai daerah, salah satunya melalui Pusat Batik Banyuwangi yang aktif mempromosikan batik lokal, mengedukasi masyarakat, serta memperkuat eksistensi wastra Nusantara di tengah arus globalisasi.
FAQ
Apa itu Aimé Leon Dore?
Aimé Leon Dore adalah brand fashion premium asal New York yang didirikan pada tahun 2014.
Apa nama kemeja bermotif batik tersebut?
Kemeja tersebut diberi nama “Printed Abstract Shirt”.
Mengapa kemeja tersebut menjadi kontroversi?
Karena motifnya dianggap mirip batik Indonesia namun tidak disebutkan secara jelas pada awal perilisan.
Berapa harga kemeja tersebut?
Harga kemeja tersebut sekitar Rp3,9 juta.
Apakah kemeja tersebut menggunakan teknik batik asli?
Tidak, kemeja dibuat menggunakan teknik printing.
Motif batik apa yang disebut mirip?
Motif yang disebut mirip antara lain Kawung, Parang, dan Sidomukti.
Koleksi apa yang menampilkan kemeja tersebut?
Kemeja tersebut muncul dalam koleksi Spring/Summer 2026.
Apakah produk tersebut dibuat di Indonesia?
Tidak, produk tersebut dibuat di India.
Siapa pendiri Aimé Leon Dore?
Brand ini didirikan oleh Teddy Santis.
Apakah batik semakin populer di dunia fashion?
Ya, banyak brand internasional mulai menggunakan inspirasi batik.
Mengapa batik menarik bagi brand global?
Karena memiliki motif unik dan nilai budaya yang tinggi.
Apakah hal ini berdampak positif bagi Indonesia?
Ya, karena membantu memperkenalkan batik ke pasar global.

